Sabtu, 11 April 2020

AboutMe

Hallo, saya Dr. Yonas Muanley, M.Th., membuat situs khusus Bahan Ajar Pengembangan Diri Online. Pembuatan situs ini dengan tujuan untuk melaksanakan proses belajar (oleh mahasiswa)- mengajar (dosen) dari Rumah. Situs ini sebagai penyajian materi ajar online dengan unsur-unsur seperti Capaian Pembelajaran, materi kuliah, dll. Bila ada yang hendak menghubungi saya, silakan melalui email: ….. atau Whatshapp ….. (cara menghubungi saya)."

Label:

Hakikat Manusia

Secara teologis Kristen, pada dasarnya manusia memiliki hakikat sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang segambar dan serupa dengan TUHAN. Hal ini ditegaskan dalam firman Tuhan: Kej. 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Kej. 1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak ; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas d ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. Kejadian 1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Kej. 1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya. " Dan jadilah demikian. 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya i itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Berdasarkan firman Tuhan di atas kita dapat menyimpulkan hakikat manusia, antara lain: 1. Manusia adalah peta dan gambar Allah 2. Manusia adalah makhluk biologis (beranak cucu), atau manusia adalah generasi penerus 3. Manusia adalah makhluk kerja (Penuhilah bumi dan taklukkanlah itu ... 4. Manusia adalah mandataris Allah atas alam ciptaan-Nya (berkuasalah) 5. Mahkluk yang saling menyayangi (kepdulian sosial) dst.

Label:

Pengertian Pengembangan Diri

Dalam situs wikipedia dijelaskan sbb:

Pengembangan pribadi meliputi segala kegiatan yang meningkatkan kesadaran dan identitas diri, mengembangkan bakat dan potensi, membangun sumber daya manusia dan memfasilitasi kinerja, meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kontribusi dalam mewujudkan impian dan cita-cita. Tidak ada batasan terhadap pengembangan diri, konsepnya melibatkan baik kegiatan formal maupun nonformal untuk mengembangkan orang lain dalam peran sebagai guru, pembimbing, konsultan, manajer, coach atau mentor. Ketika pengembangan diri melibatkan institusi, berarti merujuk kepada metode, program, sarana, tekhnik, dan sistem assessment yang mendukung pembangunan manusia pada tingkat individu dalam sebuah organisasi.

Pengembangan pribadi dapat mencakup kegiatan-kegiatan berikut:

meningkatkan kesadaran diri
meningkatkan pengetahuan diri
meningkatkan keterampilan atau mempelajari keterampilan baru
membangun atau memperbaharui identitas/harga diri
mengembangkan kekuatan atau bakat
meningkatkan kesejahteraan[butuh rujukan]
mengidentifikasi atau meningkatkan potensi
membangun kinerja sumber daya manusia
meningkatkan gaya hidup atau kualitas hidup
meningkatkan kesehatan
memenuhi aspirasi
memulai keberaniaan pribadi
mendefinisikan dan melaksanakan rencana pengembangan diri (PDPs)
meningkatkan kemampuan sosial

Pengembangan diri juga bisa termasuk pengembangan orang lain. Hal ini terkait dengan peran sebagai guru atau mentor, ataupun melalui kompetensi perseorangan (semisal keahlian seorang manager dalam mengembangkan potensi karyawan) atau melalui jasa professional (semisal menyediakan training, assessment dan pelatihan).

Di samping meningkatkan diri sendiri dan orang lain, pengembangan diri ditandai sebagai bidang praktik sekaligus bidang penelitian. Sebagai bidang praktik, itu mencakup metode pengembangan diri, program pembelajaran, sistem assessment, sarana dan tekhnik. Sementara sebagai bidang penelitian, tema-tema pengembangan diri secara drastis bermunculan di dalam jurnal-jurnal ilmiah, dalam review-review pendidikan tingkat tinggi, jurnal management dan buku-buku bisnis.

Berbagai bentuk pengembangan―baik ekonomi, politik, biologi, organisasi atau perseorangan―membutuhkan kerangka kerja untuk mengetahui apakah sebuah perubahaan benar-benar terjadi. Dalam kasus pengembangan diri, seorang individu kerap kali bertindak selaku juri apakah terjadi peningkatan atau kemunduran, tapi validasi peningkatan membutuhkan assessment menggunakan kriteria standar. Kerangka kerja pengembangan diri bisa termasuk sasaran atau patokan yang menentukan titik akhir, strategi atau rencana untuk mencapai sasaran, pengukuran dan assessment kemajuan, tahapan-tahapan yang menunjukkan lompatan/kemajuan selama proses pengembangan, dan sistem feedback yang menyediakan informasi atas perubahan.

Sumber: Wikipedia
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengembangan_diri

Label:

Jumat, 10 April 2020

Standar Penilian

Sistem Penilaian Mata Kuliah

1. Partisipasi dan Kehadiran Online : 10 %
2. Presentasi Online : 20%
3. Paper Online : 20%
4. Laporan Online : 20%
5. UTS Online : 15%
6. UAS Online : 15%

Selain penelilaian di atas, dapat disepati sistem yang lain

Label:

Kompetensi Dasar


KOMPETENSI DASAR

1.      Mampu menguraikan hakikat manusia
2.      Mampu menjelaskan hakikat pribadi
3.      Mampu menghayati manusia sebagai ciptaan
4.      Mampu mencermati manusia sebagai makhluk social
5.      Mampu memperlihatkan keyakinannya tentang manusia menurut Alkitab
6.      Mampu mengidentifikasi factor-faktor kepribadian
7.      Mampu menguraikan konsep diri (bagaimana mengenal diri)
8.      Mampu mencermati upaya-upaya Pengembangang diri
9.      Mampu menunjukkan kegemarannya mengembangkan diri sendiri
10.  Mampu mendorong upaya-upaya Pengembangan diri di tengah Masyarakat





Label:

Capaian Pembelajaran Lulusan


Dalam kurikulum berbasis KKNI, ada beberapa istilah yang mengalami pergantian seperti Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Untuk Standar Kompetensi dipakai istilah "kompetensi Mata Kuliah" atau Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) Program Studi. Ada Program Studi Pendidikan Agama Kristen dan Teologi, maka rumusan CPL disesuaikan dengan Program Studi. Mata kuliah :Pengembangan Diri merupakan salah satu mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa di Perguruan Tinggi berbentuk Sekolah Tinggi seperti Sekolah Tinggi Teologi maupun STAKN/STAK Swasta.

Berdasarkan penjelasan di atas, Capaian Lulusan Pembelajaran Mata Kuliah Pengembangan Diri dirumuskan sbb:

CAPAIAN PEMBELAJARAN LULUSAN (CPL) MATA KULIAH

Setelah mengikuti pembelajaran online dalam mata kuliah Pengembangan Kepribadian, mahasiswa memiliki kecakapan professional dalam mengenal dirinya untuk dikembangkan serta menunjukkan perilaku yang sesuai dengan harapan sesamanya dimanapun berada.




Label: